Rabu, 04 Mei 2011

Dunia Wanita “Situs Porno Favorit Pria dan Wanita” plus 2 more

Dunia Wanita “Situs Porno Favorit Pria dan Wanita” plus 2 more


Situs Porno Favorit Pria dan Wanita

Posted: 04 May 2011 10:43 AM PDT

Situs Porno Favorit Pria dan Wanita

Pria menyukai video atau gambar porno. Sedangkan wanita lebih menyukai cerita erotis.

Kamis, 5 Mei 2011, 00:43 WIB

Anda Nurlaila

Situs porno (doc Corbis)

VIVAnews - Studi terhadap satu miliar pencarian di dunia maya mengungkapkan apa yang menjadi favorit para peselancar dengan tujuan erotis. Hasilnya, meleset dari perkiraan sebelumnya.

Buku 'A Miliar Wicked Thought' mengidentifikasi hasrat seksual yang tengah populer di kalangan pemuja hasrat lewat dunia maya. Studi menemukan pornografi melalui internet telah berevolusi menjadi fantasi yang makin aneh dan lebih luas.

Seperti dikutip dari Daily Mail, pria masa kini menikmati jenis erotika yang lebih beragam daripada perkiraan umumnya. Sebagian pria lebih suka pornoaksi wanita gemuk dibandingkan wanita kurus. Sementara lainnya cenderung menyukai pornografi yang menampilkan wanita usia dewasa hingga tua. Usia 40-an, 50-an, dan 60-an.

Studi didasarkan pada pencarian di tiga situs yaitu Google, Yahoo dan Bing. Hasilnya menunjukkan bahwa jenis pencarian terbanyak yang berhubungan dengan seks adalah pemuda.

Neurobiologis Dr Ogi Ogas menyatakan buku tersebut adalah percobaan di bidang psikologi yang paling besar saat ini. "Untuk pertama kalinya ilmuwan dapat melihat apa yang dilakukan satu miliar orang ketika tak ada yang melihat aktivitas mereka."

Studi yang sama juga menemukan, pria lebih suka film dan gambar porno. Sedangkan wanita lebih suka membaca cerita erotis. Demi memenuhi hasrat, kata Dr Ogas, lebih dari 75 persen pengunjung situs dewasa berani membayar untuk melihat gambar dan video porno.
 
"75 persen pengunjung situs cerita erotis adalah wanita. Mereka bersedia membayar untuk situs-situs tersebut dan membaginya dengan wanita lain."

Kedua gender memiliki kecenderungan seks berbeda. Ketertarikan pria saat berusia muda hingga tua relatif tak berubah. Sementara preferensi dan ketertarikan wanita soal seks bisa saja berbeda saat masih muda dan dewasa. (pie)

Baca juga: Sensasi Olahraga Tanpa Busana & Suami Istri Ini Bunuh Diri Bersama

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Waspada Thalassaemia Sebelum Menikah

Posted: 04 May 2011 04:30 AM PDT

Thalassaemia sangat mematikan dan belum bisa disembuhkan hingga saat ini.

Sel darah (alittlejourney.com)

VIVAnews - Belum banyak orang yang mengetahui detil penyakit thalassaemia. Tidak sepopuler penyakit jantung, tapi thalassaemia justru lebih mematikan dan belum bisa disembuhkan hingga saat ini. Apalagi, jumlah pengidap penyakit bawaan ini semakin meningkat.

Menurut Badan Kesehatan Dunia, WHO, saat ini terdapat 7 persen penduduk dunia membawa sifat thalassaemia. Lalu, hampir 10 persen penduduk Indonesia merupakan pembawa sifat penyakit ini, bahkan mungkin lebih besar jumlahnya.

Thalassaemia adalah penyakit keturunan karena adanya kelainan genetik pada gen globin alpha dan atau globin beta sehingga rantai globin tidak terbentuk sempurna. Akibatnya, produksi hemoglobin berkurang. Sehingga, usia sel darah merah jadi lebih pendek karena mudah rusak.

Secara genetis, thalassaemia dibagi menjadi dua. Yaitu thalassaemia alpha, yang terjadi pada globin alpa dan thalassaemia beta, yang terjadi pada globin beta. Di Indonesia sendiri, lebih sering ditemukan penderita dengan thalassaemia beta.

Berdasarkan derajat kelainannya, thalassaemia dibedakan menjadi thalassaemia mayor dan minor. Penderita thalassaemia mayor memerlukan transfusi darah 2 bulan sekali atau satu bulan sekali tergantung kadar Hb dalam darahnya. Selain itu, dibutuhkan juga penggunaan obat kelasi besi untuk menetralisir kelebihan zat besi dalam tubuh. Karena, kelebihan zat  besi dapat merusak organ tubuh mereka.

"Dalam satu hari, manusia memerlukan satu miligram zat besi, jika berlebihan, sisanya akan menumpuk di organ-organ tubuh. Timbunan zat besi pada organ akan mengganggu kinerja organ tersebut, organ pun menjadi lemah," ujar Elva Aprilia Nasution, Product Specialist Thalassaemia Prodia, saat ditemui di Jakarta.

Timbunan zat besi kerap kali ditemukan pada jantung. Inilah penyebab mayoritas pengidap thalassaemia mayor meninggal karena lemah jantung atau penyakit jantung, selain karena HIV dan hepatitis akibat tranfusi darah yang tidak benar.

Orang dengan thalassaemia mayor memiliki ciri-ciri berwajah pucat serta limpa membesar akibat besarnya sel darah merah yang dibuang. Termasuk perubahan bentuk muka seperti penonjolan tulang dan lebam, bercak-bercak hitam pada kulit karena timbunan zat besi, gangguan pertumbuhan, dan menderita gizi buruk.

Berbeda dengan thalassaemia mayor, orang dengan thalassaemia minor hanya membawa sifat thalassaemia dan tidak menderita penyakit. Akan tetapi, orang dengan thalassemia minor atau disebut pembawa sifat thalassaemia dapat menghasilkan anak thalassaemia mayor jika menikah dengan orang yang juga pembawa sifat.

Penyakit ini adalah penyakit turunan yang tidak dapat disembuhkan. Dan, dapat menular pada keturunan selanjutnya, maka pencegahan hanya dapat dilakukan dengan menghindari perkawinan sesama pembawa sifat.

Pengobatan untuk penyakit thalassaemia termasuk mahal. Menurut data dari laboratorium medis, Prodia, satu orang anak dapat menghabiskan Rp200-300 juta per tahun. Biaya ini sudah termasuk biaya transfusi darah dan obat kelasi besi. Jika tidak dilakukan pengobatan, anak dengan thalassaemia mayor hanya dapat bertahan beberapa bulan saja atau paling lama 2 tahun.

Bagaimana pencegahannya?

Sebelum menikah, pasangan dianjurkan untuk melakukan tes kesehatan melalui pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui apakah mereka membawa sifat atau tidak. Jika sesama pembawa thalassaemia menikah, mereka akan memiliki kemungkinan anak 25 persen normal, 50 persen pembawa sifat, dan 25 persen thalassaemia mayor.

Kemungkinan ini terjadi secara beracak. Jika sudah terlanjur hamil, ibu harus menjalani tes pranatal pada usia kehamilan 2 bulan untuk mengetahui kondisi jabang bayi. Jika ternyata bayi menderita thalassaemia mayor, pasangan tersebut diberikan pilihan mempertahankan kehamilan atau menggugurkannya.

Lalu, jika salah satu pasangan adalah penderita thalassaemia mayor dan yang lainnya adalah pembawa sifat, maka mereka akan menghasilkan kemungkinan anak 50 persen thalassaemia mayor, dan 50 persen pembawa sifat. Kedua kondisi di atas sangat tidak dianjurkan untuk memiliki anak kandung.

Namun, jika salah satu dari pasangan menikah adalah pembawa sifat, sedangkan yang lainnya normal, maka mereka memiliki kemungkinan punya anak 50 persen pembawa sifat dan 50 persen normal. Bagi seseorang dengan thalassaemia mayor yang menikah dengan orang normal maka mereka akan memiliki kemungkinan punya anak 100 persen pembawa sifat.

Kedua kondisi tersebut masih bisa memiliki anak kandung. Untuk menghindari hal ini dan sebagai langkah awal pencegahan, pemeriksaan kesehatan sebelum menikah sangat penting dilakukan.

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Survei: Tak Semua Pria Tertarik Seks

Posted: 04 May 2011 02:47 AM PDT

Survei: Tak Semua Pria Tertarik Seks

Namun, survei tetap menunjukkan pria lebih tertarik seks dibanding wanita.

Rabu, 4 Mei 2011, 16:47 WIB

Pipiet Tri Noorastuti, Lutfi Dwi Puji Astuti

ilustrasi hilang gairah (inmagine)

VIVAnews - Buku 'Why Men Don't Listen & Women Can't Read Maps' mengungkap bahwa seks menempati porsi terbesar dalam otak pria. Itu mungkin yang melatari anggapan pria lebih berminat terhadap seks dibanding wanita.

Seolah melawan anggapan itu, sebuah survei di Australia menemukan, sebanyak 12 persen pria usia antara 16 dan 24 tahun kurang tertarik terhadap hal yang berhubungan dengan seks. Hasil survei itu sama dengan hasil survei lima tahun lalu.

Survei dilakukan terhadap 4.300 pria serta 4.400 wanita heteroseksual usia antara 16 dan 64 tahun. "Meskipun minoritas, itu masih menarik," ujar Juliet Richters, dari Associate Professor in Sexual Health, University of New South Wales, kepada Reuters.

Hanya 31 persen pria dalam kelompok usia tersebut yang mengatakan selalu menginginkan lebih banyak seks. "Ini mungkin saja terjadi ketika mereka tak bisa menahan godaan karena banyaknya gadis usia yang sama yang jatuh cinta padanya," katanya. "Pria membutuhkan waktu sekitar satu tahun atau lebih lama untuk berkomitmen."

Survei juga mengungkap bahwa 57 persen pria usia antara 35 dan 44 tahun menginginkan seks lebih. Sedangkan wanita dengan usia sama hanya 28 persen yang menginginkan seks lebih. Sementara 14 persen wanita usia antara 35 dan 44 tahun mengatakan, gairah seks menurun saat berada di usia tersebut.

Dan, setengah dari pria usia 55-64 tahun menginginkan seks lebih. Lebih tinggi dibandingkan wanita di kelompok usia sama, hanya 27 persen yang ingin seks lebih.

"Ini menjelaskan bahwa wanita hanya tertarik pada seks ketika mereka dapat memahaminya. Ada banyak alasan sosial yang membuat mereka tak tertarik pada seks, termasuk waktu, tekanan, kelelahan," kata Richter. "Bagi wanita, seks adalah aktivitas waktu luang setelah semua pekerjaan selesai."

• VIVAnews

Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.

' ); $.ajax({ type: "POST", url: "/comment/load/", data: "valIndex=" + a + "&articleId=" + b + "&defaultValue=" + c, success: function(msg){ $("#loadkomen").html(msg); //$(".balasan").hide(); } }) }

This entry passed through the Full-Text RSS service — if this is your content and you're reading it on someone else's site, please read the FAQ at fivefilters.org/content-only/faq.php#publishers. Five Filters featured article: If At First You Don't Succeed - Four Decades Of US-UK Attempts To Topple Gadafi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar